Mengapa property shariah?

Mewujudkan satu lingkungan islami adalah dambaan setiap insan muslim. Bukan hanya memimpikan lingkungan seperti ini dalam khayal kita namun saat ini kita juga bisa mulai merencanakannya dan harus mengetahui alasan mengapa property shariah.

Satu bentuk merealisasikan mimpi tersebut menjadi kenyataan dengan memilih hunian islami yang didalamnya terdapat banyak sarana pendukung penambah keimanan takwa seorang muslim. Hunian seperti ini biasa disebut property shariah.

Lalu apakah ini yang menjadi Tanya besar di kepala kita, mengapa harus property shariah?

Definisi secara singkat property shariah adalah hunian islami dengan system pembayaran yang ditempuh dengan jalan-jalan islam, salah satunya bebas dari unsur ribawi.

Alasan yang harus ditempuh dalam perencaaan huniah shariah yang ditargetkan di setiap solusi praktis menjahui riba dengan langkah mengambil property shariah seperti jawaban atas Tanya besar di kepala kita ini

Tanpa BI Checking
Dikatakan property shariah haruslah tanpa ceklis BI (Bank Indonesia). Hanya ada developer dan kita selaku pengambil rumah, tidak ada bank yang mengharuskan adanya ceklis BI.

Tanpa Riba
Jelas karena ketidakadaan bank selama proses akadnya sehingga riba pun tidak ada. Kalaupun membayar secara KPR maka pembayarannya flat disetiap cicilan yang harus dibayar.

Tanpa Denda
Adakalanya pembayaran terlewatkan tidak sesuai jatuh tempo yang dipastikan oleh pihak developer disini adanya tanpa denda untuk pembayaran yang lewat dari jatuh tempo bagi system property shariah yang disetujui.

Tanpa Sita Rumah
Setelah pembayaran beberapa tahun kedepan kadang tidak jarang kita temui ekonomi seseorang jatuh dan tidak bisa melanjutkan pelunasan rumah, maka sebagai developer property shariah yang baik nilai objek rumah akan dikembalikan alias uang yang sudah masuk akan dikembalikan dan rumah akan dijual kembali oleh developer.